Kenapa harus valentine ya?? kenapa kok TIDAK VALENTINE..??
THIS IS STATE OF EMERGENCY FOR ALL OF YOU..!!!
Saya memilih untuk tidak merayakan valentine karena 6 hal!! (please follow the link nyak!)
Regards,
Andi
Kenapa harus valentine ya?? kenapa kok TIDAK VALENTINE..??
THIS IS STATE OF EMERGENCY FOR ALL OF YOU..!!!
Saya memilih untuk tidak merayakan valentine karena 6 hal!! (please follow the link nyak!)
Regards,
Andi
Posted in semangat-semangit | Tags: islam, muslim, valentine
Saking tidak pinternya nulis.. copas dari Syiar-Islam@yahoogroups.com maning.. let see.. u first, or me!
“Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”. (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).
Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an :
1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.
Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)
2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:7
3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS al-Jumu’ah, 62:
4. Kematian datang secara tiba-tiba.
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)
5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)
Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut
Sabda Rasulullah SAW : “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR Tirmidzi)
Sabda Rasulullah SAW : “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)
Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .
Ka’b al-Ahbar berpendapat : “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.
Imam Ghozali berpendapat : “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.
Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan. “Wahai manusia !”, kata pria tersebut. “Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.”
Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi) Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.
Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana Allah. Wallahu a’lam bis shawab.
Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim
Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.
Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.
Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.
Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (QS Al-An’am 6:93)
(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)
Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! “ Ketika itulah orang yang sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.
Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”.
Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zhalim di neraka, “Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka”. Naudzu bila min dzalik!
Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa
Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.
Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)
Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya.
Allahumma Amin..
Posted in semangat-semangit | Tags: dosa, kematian, Sakarotul maut, tobat
Jaga pandangan.. aduh, berat betul, buka2 file, pernah dapet email dari milis [syiar-islam] on July 23 2008, neh emailnya semoga bisa jadikan ingat saat ku lupa…
Menahan pandangan adalah bagian daripada lezatnya iman, manisnya ibadah, kalau ada diantara sahabat yang bertanya “mengapa ibadah saya tidak khusyu?” salah satu diantara penyebabnya itu adalah pandangan yang tidak terjaga.
Marilah kita pilih untuk melihat hanya yang dihalalkan Allah dan memalingkan pandangan dari sesuatu yang haram, melihat wanita yang berpakaian tidak halal “tahan pandangan !”, Insya Allah kita akan merasakan manisnya iman. Termasuk melihat lawan jenis yang akan menggelincirkan, semakin tertahan semakin terjaga hati ini, percayalah kita tidak akan bisa bahagia dengan mengobral pandangan terhadap apapun yang diharamkan, kita akan jauh lebih nikmat ketika kita mempunyai keberanian untuk menahan, tahan….!, tahan…! Palingkan pandangan dari yang tidak halal. Lebih baik kita nikmati membaca Al Qur’an, membaca hadits-hadits yang dapat membuka hati kita daripada kita obral mata kita melihat sesuatu yang akan mengeraskan hati dan merusak lezatnya iman.
Dari Jarir bin Abdillah berkata : Saya bertanya kepada Rasulullah mengenai “pandangan yang tiba-tiba”, maka beliau bersabda : “Palingkan pandanganmu.” (H.R. Muslim dan Abu Daud, lafadz hadits Abu Daud) Dalam hadits lain, Rasulullah saw bersabda : “Jangan kamu ikuti pandangan (pertama) itu dengan pandangan (berikutnya), pandangan pertama untukmu, dan tidak untuk yang pandangan kedua.” (H.R. Tirmidzi dan Abu Daud, Tirmidzi dan AlBani menilai hadits ini hasan.) takut dan malulah kepada Allah ketika ada kesempatan berbuat dosa.
Didalam Firman Allah : “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. 50:16) “Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati”. (QS. 40:19)
Rasulullah bersabda : “Saya wasiatkan kepadamu, hendaklah kamu malu (berbuat dosa) di hadapan Allah seperti kamu malu (berbuat dosa) di hadapan seorang yang shalih dari kaummu.” (H.R. Al Hasan bin Sufyan, Ahmad dalam kitab Az Zuhud dan dishahihkan oleh Al Bani.)
Allah telah mengingatkan laki-laki dan wanita didalam Firmannya : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS An Nuur :30) “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya,……”. (QS An Nuur :31)
Semoga dengan menahan pandangan, maka akan membuat bathin kita terasa bercahaya, menikmati lezatnya iman. Batin tidak tersiksa oleh pandangan yang haram. Wallahu a’lam Bishowab
Posted in semangat-semangit | Tags: iman, jaga pandangan, wanita..
kamis, 15 mei 2008, ketika hp berdering dan nongol mbak ambar dan bilang.. “gelem rafting neng serayu?”, tanpa berfikir panjang aku bilang.. “SIAAAAPPP…!!”, moment seperti ni sudah kutunggu lebih dari 5 tahun, sejak mbak ambar (kakak ke2 ku) minginspirasikannya di kepala.. mbak ambar memang inspiring, siapa yang meracuniku dengan kegiatan gunung? sapa pula yang membimbingku nyampe puncak parang ndog? bukan orang lain juga yang mencritakan indahnya kegelapan gua-gua yang di explore nya di beberapa expedisi.. tapi dia rendah hati banget lho.. walaupun dia pernah nampang di KR jogja, bersama 4 lelaki di puncak celebes expedision.. (dan masih tak kliping lho mbak.. hehehe..)
minggu, 18 mei 2008, jam 16.00, seperti saat dijanjikan mas Tegal (koordinator kegiatan), aku standby di MPA UPN “veteran” yogyakarta. Pertama ketemu Anggi, anak akuntansi, mantan Ketua MPA UPN, eh, malah diajak catur.. secara aku sudah lebih dari 10 tahun ga maen catur gityu loh.. kalah deh 3 kaleee.. hihihi..
Dan kita pun berangkat jam 8pm lebih.. pake mobil BOX, yang bawa mas Sukro beserta istri, bareng bareng dengan tamu 2 orang dari MPA UPN Jakarta dan 3 orang dari MPA UPN Surabaya. Ambil dulu di Hotel tempat perahu Mapala disewakan (deket kyai langgeng, startnya rute Progo Atas). Langsung cabut kelokasi di banjarnegara, tepatnya di bendungan Singomerto, finish dari pengarungan yang akan dilakukan. Selama kurang lebih 5 jam, kita di didalam mobil box, ada yang jongkok, ada yang rebahan, saling tindih, kami serasa didalam mobil penyelundupan TKI ilegal dicina.
senin, 19 mei 2008, jam 02.00 pagi kita dirikan tenda bareng bareng.. dibawah ramahnya bulan menyapa, kita beres2 dan bersiap untuk tidur.. Zzzz…
HAH..!! dah terang, subuh jam setengahnem dey.. trus, baca2 ”taman orang2 yang jatuh cinta”nya ibnu Qoyyim.. hehehe..
Posted in mlaku-mlaku | Tags: MPA UPN, rafting, serayu
8 mei 2008, pagi ini jam9.00 aku ikut Kuliah Umum tentang Microhydro dan Impactnya buat industri kecil (UKM/SMIs) didaerah terpencil, tertarik ikut cos dulu pernah dishare sekilas ama Pak Taufik WIKA Intrade ttg ini dan kebetulan pematerinya praktisi yang TOP, (yang punya CV. Hanjung Inti Teknik/CIT, Turbine Factory and SMIs owner). Acaranya gratis, dapet info dari Milis CIVENG, dan Waterplant, eh setelah acara ketemu mbak ida dilokasi (cos ga keliatan diawal acara.. ups :D ).
Beliau mulai terjun di dunia persilatan Microhydro (dengan CITnya), mulai tahun 1998. Setelah sebelumnya memang berpengalaman dalam pembuatan turbin dg rentang kpasaitas 100-200.000 Watt untuk beberapa lembaga dan masyarakat di Indonesia, lalu memunculkan ide untuk membuat turbin yang murah, handal dan sergaguna.. ini baru PRO! hehehe..
(ini gambar microhydro 70 Kw yang dipasang di swiss)
Bahkan menurut penuturan beliau, pak Eddy ini sudah berhasil mendapat pesanan dari swiss sebesar 70 Kw 2 unit (dari Head 14 m, dan Debit 560 l/d). beliau juga mengembangkan turbin kecil dengan kapasitas 100watt yang banyak digunakan TNI di perbatasan. Sekedar informasi, saudara-saudara setanah air kita yang belum menikmati listrik sebesar 53% dari total penduduk Indonesia, its mean more than 100 million people in the darkness.. :( sedih juga..
Penggunaan mikrohydro untuk daerah terpencil sangat cocok, selain tidak terjangkau PLN, masyarakat di remote area tingkat ekonominya relatif lebih rendah, berat diongkos kalo untuk menyediakan solar buat genset. Pada beberapa daerah, adanya listrik malah kontra produktif bagi masyarakat. Bisa dibilang, jika pendekatan masyarakat kurang baik, meraka tidak siap. Bahkan ada beberapa dari mereka yang malah menggunakan waktu produktif mereka untuk nonton TV (yang didalamnya penuh intrik, dendam dan birahi). Dalam instalasi yang dilakukan Pak Permadi, beliau tidak melupakan peran masyarakat, pemerintah daerah, bahkan universitas lokal untuk bekerjasama.. masyarakat diusahakan untuk memanfaatkan listrik disiang hari untuk kegiatan produktif (dengan optimalisasi proses) karena adanya listrik.
Ayoo..who is the next Eddy permadi???
(aku daftar pertama
)
Posted in semangat-semangit | Tags: microhydro, open lecture
Saat mula-mula terfikir olehku H min 2, ini hampir tidak mungkin, kalau mungkin pun, pasti sangat menyiksa. Ga tidur, ga sempat liat indahnya alam Lawu.. Tapi semua hal memang tidak pasti, tugas kita adalah memastikannya.. walau perut mulai buncit, olah raga pun bisa dibilang ga pernah! Hanya satu kata.. BISA..!!
Bagi beberapa orang, 12 jam pendakian bisa jadi waktu yang sangat singkat (termasuk bagiku), tapi bagi segelintir yang lain, 12 jam terlalu lama bung..!! Pernah ku dengar, kalau tidak salah, track lawu dapat dilibas dalam 3 jam naik-turun, tapi itu mungkin hanya terjadi saat lomba speed mountainering. Track lawu lewat Cemorosewu memang bisa di bilang mudah, jalan sudah susunan batu, kata orang kayak naek tangga! Cuma beda suhu, cuaca, waktu tempuh, dan tracknya yang menuntut kesabaran.. ;p

2 mei 2008, jam 15.00 wib, mulai kuarungi Jogja-Cemorosewu (Karanganyar) dengan supra 125, ditemani mp3 kajian membahas masalah pernikahan dari A-Z.. ;p biar ga ngantuk! Mampir di palur, ambil ATM, trus beli bakso rusuk palur special, wheeenaaakk.. ampe dobel deh, satunya 6ribu! MANTAB! Kalo naek lawu sebelum2nya, biasa mampir di Sop Buntut di tawangmangu (direkomendasikan mas Joko PKTS-Sipil’02 saat kita ada acara PKTS disono, cuman harganya ga nguatin!). Memang sebelum disiksa di gunung harus balas dendam didepan, puas-puasin makan whenax! Itung-itung jaga stamina.. Sampai di Cemorosewu jam 19.00, parkirin motor dirumah penduduk, sholat, trus beres2.. rencana mau naek malam ini, ngetes PETZ ticca XP-ku.. eh, capek juga seharian modiv tas Eiger Hydropack II, webing dan accesoris dijahit nilon buat ngiket Eureka Solitaire Tent-ku, plus dudukan buat ngiket golok tebas (bwt jaga-jaga, kalo naek sendirian, tidak asing ditelinga perampokan pendaki dibeberapa gunung diindonesia, bahkan sampai korban dibunuh..hiks!), ditambah 4 jam perjalanan by bike, kayaknya malam ini harus kubalas dengan tidur.. Zzzz..
3 mei 2008, jam 07.00 wib, saat badan senada cuaca, cerah.. SEGAR! Perjalanan dimulai setelah memastikan perbekalan sekali lagi, abis makan roti dan susu, its time for the FIRST STEP to start the Tousand Step of Journey! =D Saat mau daftar retribusi pendakian, eh, yang jaga belum ada! ;p bukan salah bunda mengandung..tantjap gas..! Kulihat 2 rombongan masih santai di basecamp, kebiasaan pendakian bersama.. saling tunggu dan bermalas-malasan! Selangkah demi selangkah, Hosh..hosh..hosh.. sampe di Pos 1 jam 08.20 wib, di Pos 2 jam 10.15, sempat papasan 2 rombongan turun..say:”marimas..“(kalimat standar). Lepas tas dulu di Pos 2, minum susu bantal+Bengbeng Jumbo! (minum susu bantal, kebiasaan dari Rinjani 2007, ditularin ama mbak Mia-MPA UPN Jogja, cobalah! ;p ). Menuju Pos 3 perutku mual, kepala pusing.. aduh.. mungkin karena terlalu memaksakan diri, kurang persiapan fisik, selama perjalanan malas atur nafas, gak makan pagi pula! (Pendakian kali ini aku ga bawa set-setan buat masak makanan, kompor gas-tabung-nesting-, hemat space! Kugantian roti isi, pisang-coklat-ayam+susu. Sementara untuk jaga-jaga, aku bawa satu box parafin dan rantang kobokan kecil kalo dibutuhkan survive!). Ambruk deh! Langsung meringkuk di pinggir jalan, pegang perut, ngurut kepala.. haduh, ga bawa obat pusing mual..! Tiba-tiba tersadar bangun, ada suara jauh dari atas, eh.. ada orang, dan baru nyadar, kakiku menutup jalan yang sempit itu.. bangun deh, kayak di restart! Ilang tuh pusing n mual.. Jalan lagi.. ternyata jalan 2 menit doang dah nyampe Pos 3! Ternyata suara teriak2 tadi dari Pos 3.. fuih.. setelah ngobrol.. dan basa-basi, aku bilang pusing+mual (emang masih dikit), mau masak air ah, biar perut tenang.. eh ternyata salah satu dari 3 orang pendaki asal jakarta itu bilang “nih mas, ada air panas, tadi di atas masak, masih panas kok, coz didalam termos..” Hahaha.. ashoy..!! bikin teh deh, akhirnya.. perutku benar-benar terkendali! Laaanjuuut..!! perjalanan paling berat, ke Pos 4, jam 12.30-13.45 wib.. tapi pemandangan nya paling asik! Wheeedeeehh.. SIP! betah istirahat lah pokoknya.. =D yang paling membingungkan adalah.. ada ibu-ibu dah kepala empat, bawa tenggok berisi nasi bungkus, krupuk, gorengan, aqua gelas.. hehehe.. makan.. ngobrol-ngobrol.. seru deh ibunya.. eh, simbok aja manggilnya ya.. harganya pun menarik, nasi bungkus seribu rupiah! dia setiap hari naek turun gunung, kecuali hari senin dan selasa.. konsumen tetapnya adalah para pertapa yang mencari wangsit, (ini serius lho.. ), gunung Lawu memang punya sejuta misteri.. kalo ga percaya, tanyalah pada mbah Google!

Perjalanan yang indah itu akhirnya bisa diakhiri dengan sholat berjamaah dengan temen2 UKM Pramuka UGM, kebetulan ketemu di Sendang Drajat (Sendang=mata air-gambarnya diatas tuh-, katanya ini Pos 5) jam 13.58 wib. Abis itu pesen mie+teh panas banget, di Pos terakhir ini, ada warung jualan makanan dan minuman, hidupnya sehari-hari memang di pos ini, mereka hanya turun gunung kalo beli-beli bahan makan, GILA! Jam menunjukkan 15.00, sepertinya temen2 UKM Pramuka UGM sudah mau turun.. dan memang.. pada detik ini, mereka sudah rapih, abis beres-beres dan sudah buang hajat! (FYI/for your information, di Sendang drajat ada WC, airnya ambil di Sendang, untuk menunjukkan eksistensi digunung, aku juga punya hajat besar yang harus dibuang! ;p ). Aku makin yakin, 12 jam bisa kukejar! Artinya, jam 19.00 sudah harus di basecamp.. 15.04 wib Goes to The Summit of Lawu, kata temen2 Pramuka, hanya 0,5 jam dah nyampe puncak.. ternyata 15 menit bisa kok.. (bukannya sombong lho.. lha wong ga bawa beban, cuma bawa air+kamera..
) turunnya cuma 5 menit! Pesen teh maning ahh.. Teh, adalah CANDU! nyoosss…!!
Top of The Lawu Mount (3265mdpl)
Pukul 16.00, aku sudah bersiap pamit ama mbok To (yang punya warung), TARIX JABRIX! Nyampe di Pos 3 jam cuman 25 menitan.. ketemu deh ama temen2 Pramuka, aku istirahat, mereka start turun lagi.. abis itu tak susul, bareng.. ngobrol-ngobrol.. termasuk ada yang dikerjain dengan cerita “kl nginjek kodok, berarti jodohmu..??”, cerita ini sudah aku dapet sejak sma dulu.. hehehe.. Untung ada teman2 Pramuka, jadi punya temen ngobrol.. dan atur tempo.. =) ga sadar udah nyampe Pos 2, menuju Pos 1 hari gelap! Aku undur diri dari teman-teman pramuka untuk duluan, kalo ngikut mereka, bisa jam 3 pagi ampe jogja..
Whuzzz.. Alhamdulillah.. 11 jam 40 menit pendakian SUKSES! Paling tidak aku bisa mengasah integritas yang mulai luntur.. berangkat ke Jogja jam 20.45 wib, mampir kartasura makan Nasgor spesial pake ati.. minumnya Jeruk panas dan Kopi Panas.. Ajiiib..!! Ceklick, ku buka kunci rumah jam 22.45 wib.. Hanya syukur yang bisa kurasakan setelah 250 km tanpa ampun.. Alhamdulillah..
Semoga berguna..
Posted in mlaku-mlaku | Tags: Climb, Fun, Lawu
Posted in Trading